ANGGARAN DASAR(Hasil Akhir Muktamar ARSPI V)
MUKADIMAH
Untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia sesuai dengan Undang- Undang Dasar 1945 maka pelayanan kesehatan menjadi hak setiap orang dan harus diwujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya Pelayanan, pendidikan dan penelitian di rumah sakit harus ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam rangka pemerataan pelayanan yang berkeadilan, serta dapat terjaminnya pelayanan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Pelayanan yang baik memerlikan sumberdaya manusia yang bermutu sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, untuk itu pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan perlu direncanakan dan disiapkan dengan baik.
Dengan terbitnya Undang-undang nomor 44 tahn 2009 tentang rumah sakit, pengaturan rumah sakit menjadi semakin jelas, demikian juga peraturan-peraturan tentang rumah sakit pendidikan yang harus memenuhi standar yang jelas sebelum dapat ditetapkan sebagai Rumah Saki Pendidikan. Serta berbagai peraturan lain yang sedang disiapkan i dalam Peraturan Pemerintahtentang Rumah Sakit Pendidikan. Peran dan Fungsi ARSPI sebagai mitra independen dari pemerintah dalam menetapkan regulasi dan melakukan pembinaan untuk menjaga mutu Rumah Sakit Pendidikan semakin diharapkan oleh semua pemangku kepentingan.
Dengan makin meningkatnya kegiatan dan upaya-upaya perbaikan dari pemerintah dan dari ARSPI sendiri perlu dilakukan perbaikan dan perubahan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ARSPI sebagai sebuah wadah organisasi dan guna pencapaian misi Rumah sakit Pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi, RS Pendidikan, baik secara sendiri sendiri maupun bersama dan suatu jaringan kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup bagi rakyat serta meningkatkan kemampuan daya saing bangsa Indonesia diforum Internasional.
Untuk mencapai cita-cita, maksud dan tujuan tersebut, disusunlah kebijakan, usaha-usaha serta langkah-langkah organisasi yang terarah dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :
BAB I
NAMA, KEDUDUKAN, WAKTU, VISI DAN MISI
Pasal 1
Organisasi ini bernama “ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA“ dengan nama singkatan ARSPI. Dalam hubungan Internasional digunakan nama terjemahan: THE INDONESIAN TEACHING HOSPITAL ASSOCIATION “ dengan singkatan “ ITHA “.
Pasal 2
Definisi Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang menyelenggarakan dan atau digunakan untuk pelayanan, pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang kedokteran dan kesehatan yang telahditetapkansebagaiRSPendidikanolehyangberwenang
Pasal 3
Fungsi Rumah Sakit Pendidikan adalah menyelenggarakan pelayanan, pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang pendidikan profesi kedokteran, pendidikan kedokteran berkelanjutan dan pendidikan tenaga kesehatan lain.
Pasal 4
Visi Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia adalah menjadikan Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan sebagai pusat jaringan unggulan dan referensi dalam pelayanan, pendidikan, penelitian dan menjadi jaringan rumah sakit pendidikan
Pasal 5
Misi Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia : 1. Membina peningkatan kemampuan pelayanan, pendidikan dan pelatihan anggota sesuai dengan potensi masing-masing untuk menjadi rumah sakit pendidikan dengan unggulanan baik dalam bidang pelayanan, pendidikan ataupun penelitian
2. Meningkatkan kerja sama antar anggota.
3. Mendorong anggota agar menjadi Rumah Sakit rujukan, dan membina jejaring rujukan dengan rumah sakit lain di wilayahnya.
4. Memfasilitasi anggota untuk menjalin kerja sama nasional dan internasional dalam bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian bidang kedokteran dan kesehatan.
Pasal 6
Strategi Asosiasi Rumah sakit Pendidikan Indonesia adalah:
1. Merumuskan dan merekomendasikan usulan kebijakan-kebijakan/peraturan tentang rumah sakit pendidikan.
2. Melakukan kemitraan dengan Pemerintah /Pemerintah Daerah untuk upaya- upaya pengembangan RS Pendidikan
3. Mengoptimalisasikan fungsi komponen-komponen yang ada di kepengurusan ARSPI.
4. Kerjasama dengan lembaga pendidikan dan penelitian nasional dan internasional.
5. Kerja sama dengan jaringan rumah sakit pendidikan internasional.
Pasal 7
Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia berkedudukan di Indonesia dengan Sekretariat Tetap Pengurus Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
Pasal 8
Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia didirikan, pada tanggal 25 Juli 1998 bertempat di Semarang untuk waktu yang tidak ditentukan. Berubah menjadi Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia disingkat dengan ARSPI setelah Muktamar IV IRSPI, 2008.
BAB II
A SA S
Pasal 9
Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia berasaskan Pancasila.
BAB III
TUJUAN DAN USAHA
Pasal 10
Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia didirikan dengan tujuan : 1. Meningkatkan mutu Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia dalam menjalankan tugasnya di bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian.
2. Membina dan mengupayakan jalur komunikasi dan kerjasama antar Rumah Sakit Pendidikan
3. Membantu upaya pemerintah dalam penataan Rumah Sakit Pendidikan dengan berperan aktif dalam memberi masukan berdasarkan data lapangan dan usulan anggota
Pasal 11
Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia melakukan usaha-usaha
1. Mengikuti forum-forum diskusi dan pertemuan tingkat nasional dalam rangka Memberikan masukan kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian/Lembaga Negara untuk pengembangan RS Pendidikan
2. Menyelenggarakan pelatihan dalam rangka pengembangan manajemen, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia.
3. Membina hubungan baik antar Rumah Sakit Pendidikan dengan Asosiasi Rumah Sakit lain.
4. Mengembangkan keanggotaan (menambah jumlah anggota/membesarkan organisasi) dengan membantu sosialisasi pemahaman tentang standar dan persiapan menjadi rumah sakit pendidikan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah
BAB V KEANGGOTAAN
Pasal 12
1. Organisasi ARSPI terdiri dari Badan Legistlatif, dan Badan Eksekutif
2. Badan Legislatif adalah Muktamar
3. Badan Eksekutif adalah Pengurus
Pasal 13
Anggota ARSPI terdiri dari :
a. Anggota biasa
b. Anggota luar biasa
c. Anggota kehormatan
BAB VI
KEUANGAN
Pasal 14
Keuangan organisasi diperoleh dari :
1. Uang pangkal
2. Uang iuran
3. Usaha, pendapatan, dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat.
BAB VII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 15
1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat diputuskan dalam Muktamar.
2. Usulan perubahan harus sudah dibahas oleh pengurus setelah diedarkankepadaanggotasebelum Muktamar.
BAB VIII
PEMBUBARAN ARSPI
Pasal 16
1. Asosiasi ini hanya dapat dibubarkan oleh rapat anggota yang diadakan khusus untuk hal ini dan dihadiri paling sedikit oleh 2/3 dari jumlah anggota biasa, dan disetujui oleh 2/3 dari jumlah anggota biasa yang hadir.
2. Sesudah pembubaran Asosiasi maka segala harta benda diserahkan kepada badan atau perkumpulan yang ditentukan pada rapat tersebut. BAB IX KETENTUAN
PENUTUP
Pasal 17
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Anggaran Rumah Tangga (ART) ARSPI sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.
2. Hal-hal yang belum diatur baik dalam AD maupun ART akan diatur dan diputuskan dalam rapat Pengurus yang kemudian harus disahkandalam Muktamar.
3. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh seluruh peserta muktamar yang hadir dalam muktamar ke lima Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia , sebagaimana terlampir dalam daftar hadir muktamarpadatanggal 6 Juli2011
4. Anggaran Dasar baru ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai ada perubahan yang diusulkan dalam muktamar

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Ketentuan
1. Anggota biasa adalah rumah sakit yang telah ditetapkan oleh yang berwenang sebagai rumah sakit pendidikan, yang direpresentasikan oleh Direktur Utama / Pimpinan Utama Rumah Sakit Pendidikan atau pejabat yang ditunjuk (ex officio )
2. Anggota luar biasa adalah rumah sakit yang belum ditetapkan oleh yang berwenang sebagai rumah sakit pendidikan tetapi sudah menjadi wahana pelayanan, pendidikan dan penelitian, yang ditetapkan oleh Pengurus yang direpresentasikan oleh Direktur Utama / Pimpinan Utama Rumah Sakit Pendidikan atau dan atau pejabat yang ditunjuk (exs officio )
3. Anggota kehormatan adalah perorangan yang menjabat atau pernah menjabat sebagai Pimpinan atau Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan atau pada lembaga kedokteran/ kesehatan di dalam atau di luar negeri karena jasa-jasanya dalam bidang perumahsakitan pendidikan diangkat oleh organisasi melalui muktamar.
Pasal 2
Tata Cara Penerimaan Anggota
1. Untuk menjadi anggota ARSPI, harus melalui pendaftaran tertulis kepada Pengurus Pusat, dengan melengkapi persyaratan pendaftaran antara lain ;
· Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Rumah Sakit Pendidikan, atau Perjanjian Kerjasama dengan fakultas Kedokteran untuk anggota luar biasa
· Persetujuan terhadap AD/ART ARSPI 2. Khusus anggota kehormatan diusulkan Pengurus Pusat dan disahkan oleh Muktamar.
Pasal 3
Hak Anggota
1. Anggota biasa berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pertanyaan secara lisan maupun tertulis kepada Pengurus, mengikuti kegiatan organisasi, memilih dan dipilih.
2. Anggota luar biasa berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pendapat dan pertanyaan baik secara lisan atau tertulis kepada pengurus, mengikuti semua kegiatan organisasi, tidak berhak dipilih atau memilih.
3. Anggota kehormatan berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pertanyaan secara lisan atau tertulis, tetapi tidak mempunyai hak memilih dan dipilih.
4. Setiap anggota berhak mendapat perlindungan dan pembelaan dari organisasi.
5. Setiap anggota berhak untuk membela diri.
Pasal 4
Kewajiban Anggota
1. Anggota biasa dan luar biasa mempunyai kewajiban untuk :
1.1. Mentaati AD, ART dan Ketetapan ketetapan serta Keputusan keputusan Muktamar serta menjunjung tinggi nama organisasi.
1.2. Membayar uang pangkal dan uang iuran yang besarnya ditetapkan organisasi.
1.3. Membantu Pengurus dalam tiap usaha organisasi.
2. Anggota kehormatan mempunyai kewajiban untuk :
2.1. Mentaati AD, ART dan Keputusan Muktamar dan menjunjung tinggi nama organisasi.
2.2. Membantu Pengurus dalam tiap usaha organisasi.
Pasal 5
Kehilangan Keanggotaan dan Rehabilitasi
1. Anggota kehilangan keanggotaan karena permintaan sendiri yang dilakukan secara tertulis.
2. Anggota dapat diberhentikan karena bertindak bertentangan
dengan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi, dengan atau tanpa dilaporkan oleh Pengurus Cabang kepada Pengurus Pusat.
3. Anggota dapat dikenakan pemberhentian sementara oleh Pengurus Pusat sesudah didahului dengan peringatan.
4. Keputusan pemberhentian dan rehabilitasi anggota hanya dapat dilakukan dalam Muktamar, stelah anggota mendapat kesempatan untuk membela diri.
BAB II
ORGANISASI
Pasal 6
Pengurus
1. Pengurus adalah Badan Eksekutif tertinggi ARSPI.
2. Anggota pengurus berasal dari RS Pendidikan
3. Masa jabatan Pengurus ARSPI adalah 3(tiga) tahun.
4. Masa Jabatan Ketua Umum sebanyak-banyaknya dua (2) kali kepengurusan.
5. Pengurus terdiri dari :
5.1. Ketua Umum
5.2. Sebanyak-banyaknya 3 Wakil Ketua
5.3. Seorang Sekretaris Jenderal dan Wakil
5.4. Seorang Bendahara dan Wakil
5.5. Beberapa Ketua Kompartemen dan anggotanya
6. Ketua Umum
6.1 Diusulkan oleh anggota peserta muktamar, dengan persyaratan menjabat atau pernah menjabat sebagai Direktur /Pimpinan Utama/Anggota Direksi atau Wakil Pimpinan Yang membawahi Pendidikan atau Pelayanan atau Penunjang di Rumah Sakit Pendidikan yang atas unjuk Direktur Utama/Pimpinan Utama untuk; Dipilih dalam muktamar oleh anggota yang mempunyai hak suara berdasarkan suara terbanyak
6.2 Tugas Ketua Umum adalah mengelola organisasi untuk mencapai visi, misi dan tujuannya
6.3 Bilamana Ketua Umum berhalangan tetap karena alih jabatan dan atau karenanya tidak dapat lagi melaksanakan tugas secara optimal maka Jabatannya dilanjutkan oleh Wakil Ketua I sampaiberakhirnyaperiode jabatan
6.4 Melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan dalam Muktamar.
7. Wakil Ketua
7.1 Wakil Ketua I dipilih berdasarkan suara kedua terbanyak dalam pemilihan Ketua
7.2 Wakil Ketua Lainnya dipilih oleh ketua jika diperlukan
7.3 Tugas wakil ketua membantu Ketua Umum dalam menjalankan tugas-tugasnya.
8. Sekretaris Jenderal
8.1 Dipilih oleh Ketua Umum, berdasarkan kompetensi organisasi dan pengalamannya di Rumah Sakit Pendidikan atau Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan
8.2 Tugas Sekretaris Jenderal adalah melaksanakan tugas administrasi dan kesekretariatan organisasi sehari-hari
8.3 Dalam melaksanakan tugas kesekretarian dapat dibantu oleh Sekretaris
8.3 Sekretaris Jenderal dan Sekretariat bertempat di Ibu Kota Negara.
9. Kompartemen sedikitnya terdiri dari:
9.1. Kompartemen Umum dan Pengembangan Organisasi membidangi kegiatan umum , organisasi serta hubungan ke dalam dan luar negeri
9.2. Kompartemen Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, membidangi pengembangan keilmuan
9.3. Kompartemen Pendidikan dan Penelitian yang membidangi pendidikan dan penelitian perumahsakitan dan kesehatan.
9.4. Kompartemen Pelayanan Masyarakat yang membidang pelayanan organisasi kepada masyarakat.
BAB III
Pasal 7
Muktamar
1. Muktamar merupakan Badan Legislatif tertinggi ARSPI.
2. Muktamar menetapkan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga; menentukan garis besar haluan ARSPI untuk dipakai sebagai dasar kerja pengurus ARSPI.
3. Muktamar bersidang sekali dalam 3 tahun dan dipimpin oleh Ketua Sidang Muktamar yang dipilih oleh dan dari anggota biasa yang hadir.
4. Dalam keadaan luar biasa Muktamar luar biasa dapat diadakan sewaktu-waktu; atas usul dari 5 anggota yang di setujui oleh lebih dari separuh jumlah anggota.
5. Muktamar selain menyelenggarakan sidang organisasi, juga menyelenggarakan sidang ilmiah.
6. Sidang organisasi dalam muktamar hanya dihadiri oleh anggota
6.1. Muktamar dianggap sah bila dihadiri oleh lebih dari separuh anggota biasa.
6.2. Muktamar yang tidak mencapai korum, ditunda untuk mengumumkan kembali pelasanaan Muktamar paling lama 1 x 24 jam dan setelah itu Muktamar dianggap sah dengan jumlah peserta yang hadir.
7. Muktamar bertugas:
7.1. Meminta pertanggung jawaban Pengurus periode sebelum Muktamar.
7.2. Pemilihan dan pelantikan Ketua Umum.
7.3. Mensahkan keputusan keputusan yang dibuat berdasarkan garis besar dan haluan ARSPI untuk dilaksanakan oleh pengurus.
8. Pada setiap Muktamar dipilih seorang Ketua Umum.
9. Tata tertib Mukatamr ditentukan oleh Pengurus dan disahkan oleh Muktamar
10. Di luar Muktamar dapat diselenggarakan rapat-rapat yang mengikut sertakan seluruh anggota.
Pasal 10
Pertemuan Ilmiah
Pertemuan ilmiah diselenggarakan sekurang-kurangnya bersamaan waktu dengan Muktamar dan rapat kerja Pertemuan ilmiah membicarakan berbagai ilmu perumahsakitan, kesehatan dan kedokteran yang terkait dengan Rumah Sakit Pendidikan.
Pasal 11
Rapat kerja
Rapat kerja diselenggarakan diantara 2 muktamar Rapat kerja mengevaluasi hasil kerja pengurus dan membuat program kerja berikut
BAB IV
KEKAYAAN
Pasal 12
Besarnya uang pangkal dan iuran ditetapkan dan dapat dirubah oleh Muktamar. Uang pangkal dan uang iuran harus sudah dilunasi selambat- lambatnya pada tiap Muktamar.
BAB V
LAIN-LAIN
Pasal 13
1. Perubahan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat diputuskan oleh Muktamar dengan persetujuan 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta Muktamar yang hadir.
2. Perubahan organisasi hanya dapat dilakukan oleh Muktamar yang khusus diadakan untuk maksud tersebut.
3. Undangan untuk Muktamar Khusus Pembubaran Organisasi diedarkan sekurang-kurangnya 3(tiga) bulan sebelum Muktamar dilaksanakan.
BAB VI
PENUTUP
Pasal 14
1. Perbedaan penafsiran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga akan diselesaikan oleh Pengurus Pusat untuk kemudian disahkan oleh Muktamar.
2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga akan diatur dan diputuskan dalam rapat Pengurus Pusat yang kemudian harus disahkan oleh Muktamar.
3. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dapat dijabarkan dalam kebijakan Pengurus Pusat yang tidak bertentangan dengan AD / ART.
4. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh seluruh peserta muktamar yang hadir dalam muktamar ke V Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia, sebagaimana terlampir dalam daftar hadir muktamar pada hari rabu tanggal 6 Juli 2011 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 Juli 2011 Pengurus ARSPI periode tahun 2011- 2014 Ketua